This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 09 Mei 2013

RTRW NET

Perangkat Untuk Membangun RT RW Net

Posted on 18th Jul 2012 @ 9:22 PM
RT RW Net apa sih ??? banyaknya email yg bertanya tentang perangkat untuk membangun sebuah usaha RT RW Net,
Untuk membangun RT RW Net secara sederhana yang harus anda siapkan pertama adalah koneksi internet Unlimited yang akan dijadikan sebagai backbone pemancar Wireless LAN atau RT RW Net anda.

Dan peralatan pendukungnya antara lain :
1. Access Point








Fungsi Access Point adalah sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

2. Antena ( Omni atau sectoral )









Untuk memperluas coverage area hingga beberapa Kilometer, anda memerlukan antena omni eksternal, meskipun ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk memperluas area jangkauannya, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB.
Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja.

3. Box Access Point






Untuk melindungi access point anda dari hujan, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi, rata-rata kotak ini sudah dilengkapi dengan kunci pengaman, dan box ini harus diletakkan persis di bawah antena.

4. Kabel Pigtail/ Kabel Jumper





Kabel Pigtail atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter, selebih dari itu anda akan mengalami degradasi sinyal (loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda.

5. POE (Power Over E
thernet)






Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk "menghidupkan" access point maka anda memerlukan alat "POE" ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.

6. Kab
el UTP/STP






Meski namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.

7. Penangkal Petir (Lightning Arrester)


Sebagai pengaman dari petir mak
a anda memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian (grounding), komponen ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.

8. Tower









Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik.

IDM (Internet Download Manager)

Internet Download Manager adalah sebuah tool yang meningkatkan kecepatan mengunduh hingga 5 kali, melanjutkan dan menjadwalkan pengunduhan.

Internet Download Manager mendukung proxy servers, ftp and http protocols, firewalls, redirects, cookies, dan pemrosesan MP3 audio dan MPEG video.

Selain itu, Internet Download Manager juga terintegrasi dengan banyak Web browser, sebagai contoh Microsoft Internet Explorer, AOL, Mozilla Firefox, dan Opera, untuk menangani pengunduhan penggunanya secara otomatis.

Dalam hal fitur, Internet Download manager dilengkapi dengan fitur queue, download embedded file, download torrent, resume file download, site grabber, dan langsung terintegrasi dengan Youtube

Versi terbaru:
Internet Download Manager 6

versi sebelumnya:
Internet Download Manager 6.15 Build 10
 Internet Download Manager 6.15 Build 9
Internet Download Manager 6.15 Build 8
Internet Download Manager 6.15 Build 7
 Internet Download Manager 6.15 Build 5
Internet Download Manager 6.15 Build 2
Internet Download Manager 6.15
 Internet Download Manager 6.14 Build 5
Internet Download Manager 6.14 Build 3
 Internet Download Manager 6.14
Internet Download Manager 6.12 Build 26
 Internet Download Manager 6.12 Build 25
Internet Download Manager 6.12 Build 23
Internet Download Manager 6.12 Build 22
Internet Download Manager 6.12 Build 19

fungsi dan manfaat hotspot

fungsi hotspot


Fungsi
perkembangan teknologi memang luar biasa. Sekarang ini untuk dapat mengakses internet tak perlu lagi harus susah payah pergi ke warnet ditengah malam ataupun di pagi buta hanya untuk dapat mengakses internet dengan biaya yang murah. Hampir disetiap area umum saat ini terpasang hotspot area yang mana dengan ini kita bisa dengan bebas mengakses internet tanpa harus bayar sedikitpun, syaratnya hanya satu, kita punya netbook. Di hotel, sekolah, kampus maupun mall kita sudah bisa dengan bebas mengakses internet via wireless yang telah disediakan. Jadi jangan heran jika kita melihat ada orang yang tertawa atau terlihat sangat serius memandangi netbooknya sambil duduk dipojok gedung, bisa jadi dia sedang main internet, facebook-an, YM-an atau mungkin malah lagi nyari-nyari file data khusus.
Dibeberapa area seperti gedung, mall atau kampus biasanya yang digunakan adalah antena omni< sebagai pemancar signal wifi ke client (pengguna internet). Penggunaan antena omni ini dikarenakan oleh fungsinya sebagai pemancar (penguat) signal dengan area jangkauan yang tidak begitu luas serta sudut jangkaunya yang sebesar 360°, sehingga bisa diakses dari berbagai arah sudut.
Sedangkan untuk area jangkauan yang cukup luas biasanya digunakan antena sectoral, antena sectoral ini bisa mencapai jarak jangkau hingga 9 km untuk apliksi WISP. Antena sectoral juga mampu menembus dinding gedung.
Untuk membuat hotspot hotel atau sekolah biasanya digunaan sebuah antena omni sebagai penguat signal. Hal ini dikarenakan oleh fungsinya dan jarak jangkaunya yang tidak begitu jauh, hanya diseputaran gedung, seperti yang saya tulis diatas.
Manfaat hotspot bagi mahasiswa
Seperti yang kita tahu, sejak banyaknya kampus menyediakan layanan hotspot, memang kampus tersebut berhasil menjadi ‘rumah kedua’ bagi sebagian mahasiswa. Namun sebenarnya untuk alasan apakah mereka betah berlama-lama tinggal di kampus dengan laptop atau PDA-nya, mungkin harus dikaji lebih dalam….
Yang jelas tidak sepenuhnya motivasi mereka untuk ‘tinggal di kampus’ terkait dengan tugas kampus yang harus dikerjakannya. Banyak diantaranya yang memanfaatkannya sekedar karena ‘gratis’. Karena seperti yang diketahui bersama, biaya komunikasi di Indonesia, termasuk untuk koneksi Internet, masih relatif mahal jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Itulah mengapa para mahasiswa ini lebih memilih ‘gratis’ di kampus, daripada ‘bayar’ di luar. Tentu saja semua itu sangat rasional.
Memang ada banyak sekali alasan untuk suatu pihak memasang hotspot pada lokal area bisnisnya. Sebut saja kampus, karena institusi pendidikan ini mempunyai tujuan pale ‘mulia’ dalam pemasangan hotspot. Tujuan utama suatu kampus dalam menyediakan layanan hotspot tentu saja untuk memperluas akses civitas akademikanya terhadap informasi tellurian melaluiInternet , disamping mungkin juga mengembangkan komunitas  e-learning  yang mereka miliki. Walaupun tidak bisa dipungkiri juga terselip aspek bisnis dalam motivasinya. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang adalah sejauh mana ketepatan layanan ini mencapai sasarannya? Benarkah dalam sebuah kampus, epochInternet kabel sudah harus digantikan oleh hotspot. Ataukah hanya sekedar sebagai strategi bisnis dalam persaingan dunia pendidikan yang kian ketat?
Pastinya sebuah kampus sudah mempertimbangkan kemungkinan seperti tersebut di atas, sebelum mereka memutuskan untuk memasang hotspot. Jika sudah dapat menduga, mengapa juga mereka tetap memasangnya? Tak lain adalah karena pertimbangan aspek bisnis, karena seperti yang kita tahu, dunia pendidikan joke saat ini merupakan lahan bisnis yang potensial. Untuk dapat bersaing menjadi sebuah perguruan tinggi papan atas, tentunya tak semata kualitas pendidikan yang harus diperhatikan. Aspek fasilitas kampus merupakan salah satu faktor penentu layak tidaknya sebuah perguruan tinggi disebut ‘bergengsi’. Bayangkan jika sebuah perguruan tinggi ternama sekelas UGM atau UI tidak mempunyai hotspot. Apa kata dunia? Itulah mengapa saat ini banyak kampus berlomba memperbaiki infrastrukturnya, termasuk infrastruktur IT-nya.
Lalu bagaimana dengan pemasangan hotspot pada suatu pusat keramaian? Seperti yang banyak kita lihat saat ini, banyak ruang publik yang menyediakan fasilitas hotspot. Untuk yang satu ini, alasannya sangat mudah ditebak, tak lain dan tak bukan adalah aspek bisnis semata. Ya, sebuah ruang publik yang menyediakan hotspot pastilah akan menarik bagi para surfer untuk mendatanginya, dan para surfer ini biasanya berasal dari ekonomi menengah ke atas. Ini merupakan suatu nilai tambah bagi proses selling suatu pusat keramaian. Entah itu hotspot yang bersifat giveaway hingga hotspot yang berbayar sekalipun kenyataannya tetap merupakan hal yang menarik, apalagi untuk kalangan muda di kota-kota besar, yang didominasi oleh pelajar dan mahasiswa dari berbagai penjuru daerah. Tentu saja mereka merupakan aim marketplace yang potensial. Hitung saja sudah berapa pusat perbelanjaan maupun hiburan di sekitar kita yang memasang fasilitas ini, mulai dari Mall hingga kafe-kafe, semua berlomba memperlengkapi diri dengan fasilitas ini. Tak lain hanyalah untuk menarik pengunjung sebanyak mungkin untuk memperlancar bisnis mereka masing-masing.
Jadi sebenarnya hal terpenting dari fenomena maraknya pemasangan hotspot saat ini adalah bukan untuk apa mereka memasangnya, namun bagaimana kita memanfaatkannya. Orang yang memakai layanan tersebut hanya untuk sekedar mengetahui report artis dan movie terkini tentunya tidak akan mendapat manfaat yang sama dengan orang yang memakainya untuk bekerja melihat harga saham di pasaran terkait dengan berita terbaru kebijakan pemerintah. Begitu juga dengan mahasiswa, walaupun sama-sama mendapat akses free of charge di kampus, tergantung dengan bagaimana mereka akan memanfaatkannya.beritanet.com